Hal-hal yang Perlu Dijauhi Saat Haid, Wanita Wajib Tahu!
-
Senin, 26 September 2016
No Comments
Hal-hal yang Perlu Dijauhi Saat Haid, Wanita wajib Tahu!
Pada postingan sebelumnya telah dipaparkan larangan-larangan haid berdasarkan hukum fiqih(aturan syariat Islam). Pada postingan kali ini, kami akan memaparkan hal-hal yang harus dihindari saat wanita sedang haid/menstruasi menurut kajian ilmu medis. Tentunya hal ini harus dipelajari oleh kaum wanita secara mendetail untuk menjaga kesehatan dirinya. Tetapi kaum lelaki pun tidak dilarang untuk mengetahui perkara tersebut.
Seperti kita ketahui bahwa Menstruasi/haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH Estrogen atau LH-Progesteron. Pada manusia(kaum wanita) hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause(masa berhentinya haid). Sedangkan selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang menyusui mengalami siklus Estrus (periode waktu ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan membiarkan dikawini oleh pejantan).
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasai yang sama. Kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya menstruasi terjadi rata-rata 5 hari. Terkadang haid juga terjadi selama 2 hari, 7 hari bahkan ada yang sampai 15 hari. Jika keluar lebih dari 15 hari itu termasuk darah penyakit. Pada umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10 ml hingga 80 ml per hari tetapi biasanya rata-rata 35 ml per hari.
Sekarang, hal-hal apa saja yang perlu dihindari saat wanita mengalami haid? Mari kita simak bersama.
Pada postingan sebelumnya telah dipaparkan larangan-larangan haid berdasarkan hukum fiqih(aturan syariat Islam). Pada postingan kali ini, kami akan memaparkan hal-hal yang harus dihindari saat wanita sedang haid/menstruasi menurut kajian ilmu medis. Tentunya hal ini harus dipelajari oleh kaum wanita secara mendetail untuk menjaga kesehatan dirinya. Tetapi kaum lelaki pun tidak dilarang untuk mengetahui perkara tersebut.
Seperti kita ketahui bahwa Menstruasi/haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH Estrogen atau LH-Progesteron. Pada manusia(kaum wanita) hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause(masa berhentinya haid). Sedangkan selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang menyusui mengalami siklus Estrus (periode waktu ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan membiarkan dikawini oleh pejantan).
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasai yang sama. Kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya menstruasi terjadi rata-rata 5 hari. Terkadang haid juga terjadi selama 2 hari, 7 hari bahkan ada yang sampai 15 hari. Jika keluar lebih dari 15 hari itu termasuk darah penyakit. Pada umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10 ml hingga 80 ml per hari tetapi biasanya rata-rata 35 ml per hari.
Sekarang, hal-hal apa saja yang perlu dihindari saat wanita mengalami haid? Mari kita simak bersama.
1. Olahraga berat
Secara umum, wanita yang sedang mengalami siklus haid akan merasa lebih lemas dan beberapa wanita bahkan ada yang mengalami nyeri perut, mual, pinggang pegal-pegal, dan pening. Bahkan ada yang sampai mengalami pingsan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk mengurangi porsi olah raga yang berat. Sebaiknya memilih olah raga yang ringan, misalnya jalan santai.
Perlu diketahui bahwa saat wanita haid, banyak pembuluh darah arteri yang terbuka di mana hal ini bisa menimbulkan perlukaan. Wanita haid yang berolah raga berat dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Memang tidak semua jenis olah raga menyebabkan hal tersebut terjadi, tetapi sebaiknya pilihlah jenis olah raga yang sesuai dengan kondisi fisik
2. Berhubungan Intim
Dalam agama Islam pun, saat haid wanita tidak boleh berhubungan intim. Hal ini tentu mengandung hikmah yang besar. Kita tahu bahwa saat saat, kondisi daerah intim wanita mengalirkan darah kotor atau darah penyakit. Bisa jadi bercampur dengan lendir. Apa jadinya jika dalam kondisi tersebut berhubungan badan. Tentu mencegah lebih baik ketimbang mengobati.
3. Hindari Merokok
Sesuai dengan himbauan medis, merokok dapat merusak kandungan serta janin. Juga akibat-akibat medis lain yang ditimbulkan dari rokok. Untuk itu jauhilah rokok. Bukan saja di saat haid, di saat bebas haid pun jangan merokok.
4. Jangan Terlalu Percaya Mitos
Di kalangan masyarakat kita, khususnya kaum wanita, berlaku mitos-mitos seputar haid. Mitos ini sepertinya berlangsung secara turun temurun. Dari nenek moyang sampai cucu-cucunya juga seperti terjerat mitos haid. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan mitos ini. Tapi kenyataannya hal tersebut masih berlaku hingga sekarang.
Mengenai kebenaran mitos tersebut masih diragukan. Bahkan sebagian mitos tersebut bertentangan dengan fakta medis. Terus apakah salah jika seorang wanita mempercayai mitos tersebut?
Di antara mitos tersebut ialah larangan memotong kuku saat haid. Juga larangan berkeramas saat haid. Lalu, mengapa kedua hal tersebut dilarang? Bukankah hal tersebut merupakan bagian dari menjaga kebersihan? Di mana menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Anjuran medis juga agar kita menjaga kebersihan. Terus, bagaimana baiknya? Ya jangan terlalu percaya mitos!
Demikianlah sedikit keterangan tentang hal-hal yang perlu dijauhi saat haid. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Paparan di atas hanya sekedar informasi untuk para wanita khususnya. Bukan merupakan dalil kesehatan yang harus diyakini kebenarannya.
Karena, hal-hal yang berbau mitos kadang harus diluruskan. Itu memang kalau tidak sesuai dengan fakta medis. Tentunya juga harus melewati serangkaian penelitian dan percobaan. Ini untuk mendukung kebenaran hasil penelitian.
Juga untuk memberi pemahaman yang benar kepada kaum wanita.
Dalam agama Islam pun, saat haid wanita tidak boleh berhubungan intim. Hal ini tentu mengandung hikmah yang besar. Kita tahu bahwa saat saat, kondisi daerah intim wanita mengalirkan darah kotor atau darah penyakit. Bisa jadi bercampur dengan lendir. Apa jadinya jika dalam kondisi tersebut berhubungan badan. Tentu mencegah lebih baik ketimbang mengobati.
3. Hindari Merokok
Sesuai dengan himbauan medis, merokok dapat merusak kandungan serta janin. Juga akibat-akibat medis lain yang ditimbulkan dari rokok. Untuk itu jauhilah rokok. Bukan saja di saat haid, di saat bebas haid pun jangan merokok.4. Jangan Terlalu Percaya Mitos
Di kalangan masyarakat kita, khususnya kaum wanita, berlaku mitos-mitos seputar haid. Mitos ini sepertinya berlangsung secara turun temurun. Dari nenek moyang sampai cucu-cucunya juga seperti terjerat mitos haid. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan mitos ini. Tapi kenyataannya hal tersebut masih berlaku hingga sekarang.
Mengenai kebenaran mitos tersebut masih diragukan. Bahkan sebagian mitos tersebut bertentangan dengan fakta medis. Terus apakah salah jika seorang wanita mempercayai mitos tersebut?
Di antara mitos tersebut ialah larangan memotong kuku saat haid. Juga larangan berkeramas saat haid. Lalu, mengapa kedua hal tersebut dilarang? Bukankah hal tersebut merupakan bagian dari menjaga kebersihan? Di mana menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Anjuran medis juga agar kita menjaga kebersihan. Terus, bagaimana baiknya? Ya jangan terlalu percaya mitos!
Demikianlah sedikit keterangan tentang hal-hal yang perlu dijauhi saat haid. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Paparan di atas hanya sekedar informasi untuk para wanita khususnya. Bukan merupakan dalil kesehatan yang harus diyakini kebenarannya.
Karena, hal-hal yang berbau mitos kadang harus diluruskan. Itu memang kalau tidak sesuai dengan fakta medis. Tentunya juga harus melewati serangkaian penelitian dan percobaan. Ini untuk mendukung kebenaran hasil penelitian.
Juga untuk memberi pemahaman yang benar kepada kaum wanita.



